Pada tahun 1989 Desa
Tetewatu dimekarkan menjadi 3 (tiga) desa, yakni ; (1) Desa Tetewatu, (2)
Dusun Paroto dijadikan Desa Persiapan Paroto, (3) Dusun Palangiseng dijadikan
Desa Persiapan Palangiseng.
Pada tahun 1990 ; A. M.
DJAMIR SARANSI, BA. diangkat menjadi Kepala Desa Persiapan Paroto.
Pada awal terbentuknya
Desa Persiapan Paroto, aktifitas pemerintahan belum berjalan denngan baik,
sarana perkantoran belum ada.
Pada tahun 1991 ; terbitnya
SK Bupati Kepala Daerah Tk. II Soppeng Nomor : 33/II/1991 tentang Pembentukan
Dusun dalam wilayah Desa dan Lingkungan dalam Kelurahan dalam Wilayah
Kabupaten Daerah Tingkat II Soppeng, tanggal 1 Pebruari 1991, maka secara
administrative Desa Paroto dibagi atas 3 (tiga) dusun yang antara lain ; Dusun
Paroto asal Desa Tetewatu, Dusun Marale asal Desa Tetewatu,
dan Dusun Kecce asal
Kelurahan Ujung.
Pada tanggal 20 Juni 1991
Desa Paroto resmi menjadi suatu pemerintahan desa dengan status definif
berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Propinsi Daerah Tingkat I Sulawesi
Selatan Nomor : 769/VI/1991 tentang Pembentukan
Desa Persiapan menjadi Desa Dalam
Wilayah Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan.
Dan diangkatlah A.
M. Djamir Saransi, BA. menjadi Kepala Desa Paroto yang pertama untuk
Periode tahun 1991 s/d 1996.
Pada tahun 1996, pertama
digelar pesta demokrasi di tingkat Desa Paroto, yakni dilaksanakannya
Pemilihan Kepala Desa (PILKADES) Periode 1996 – 2001, yang diikuti 3 (tiga)
Kandidat Calon Kepala Desa, yakni : (1) A. M. Djami Saransi, BA., (2) Abd.
Rauf. MT., (2) Nurdin.
Dan pada PILKADES ini
dimenangkan oleh A. M. Djamir Saransi, BA.
Pada tahun 1996 ini juga
Desa Paroto mendapat Program ABRI Masuk Desa (AMD), dimana program ini ABRI bersama Masyarakat membangun jembatan
Kajubitti, yang merupakan sarana desa yang memperlancar hubungan transportasi Paroto dengan Kajubitti.
Pada tahun 1998 yang kedua
kalinya Desa Paroto mendapat Program ABRI Masuk Desa (AMD) dengan mengerjakan
pembangunan jembatan Sare Batue, yang merupakan sarana desa yang
menghubungkan Desa Paroto dengan desa tetangga dibagian selatan, yakni
desa-desa di Kecamatan Citta.
Pada tahun 2001 diadakan
Pemilihan Kepala Desa Paroto yang ke-Dua untuk Periode tahun 2001 – 2006,
dan A. M. Djamir Saransi, BA. memenangkan
kembali Pilkades tersebut dari 3
(tiga) kandidat Calon Kepala Desa (Asse. P. S.Sos. dan Suprin)
Pada tahun 2006 diadakan Pemilihan Kepala Desa Paroto
yang ke-Tiga untu Periode Tahun 2006 s/d 2012, dengan 3 (tiga) Kandidat Calon
Kepala Desa ; Rusli, Ahyar Saransi, SE. dan Drs. A. Hasan. Pilkades
tersebut dimenangkan oleh AHYAR SARANSI, SE.
Berdasarkan Surat
Keputusan Bupati Soppeng tanggal 24 Nopember 2006 Nomor 505/XI/2006 tentang
Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Desa Terpilih Periode Tahun 2006 s/d
2012, maka AHYAR
SARANSI, SE. efektif
memegang kendali Pemerintahan Desa Paroto menggantikan A. M. Djamir Saransi, BA.
Pada awal kepemimpinan
Ahyar Saransi, SE. maka yang pertama diprogramkan adalah pembenahan
administrasi desa dan memfungsikan Aparatur Desa sesuai tugas pokok dan
fungsinya. Rekonstruksi lembaga-lembaga kemasyarakatan yang ada, seperti :
LPMD Desa Paroto, RT/RW dan Kelompok-kelompok tani.
Pada tahun 2007 dibangun gedung Pertemuan Masyarakat Desa Paroto
di Dusun Paroto sebagai sarana pertemuan masyarakat Desa. Di Dusun Marale
mendapatkan jatah pembangunan posyandu
di Kampung Assorajang. Dan dibangun
tribun lapangan sepak bola Cempa di Dusun Kecce. Sumber pendanaan
Pembangunan ini adalah ADD Tahun Anggaran 2007 dan swadaya masyarakat.
Pekerjaan sarana dan
prasarana desa antara lain : Pembangunan
jembatan kampong Luppang, dan perintisan
jalan yang menghubungkan Kampong Luppang dengan Calio Kelurahan Ujung dan Ale
Marajae Desa Parenring yang sumber
pendanaannya APBD Kabupaten.
Selain itu juga
dilaksanakan pemasangan pipa saluran air bersih PDAM sepanjang ± 4 km, yakni
dari Marale ke Batuasange. Pengadaan perpipaan air bersih ini didanai oleh
Pihak III (Drs. A. Arifuddin Saransi) dan masyarakat bergotongroyong untuk
pekerjaan galiannya.
Sementara dibidang
pemberdayaan masyarakat dibentuklah lembaga-lembaga masyarakat dari berbagai
aspek, antara lain : Pembentukan Kelompok Tani Sanragunae, Gapoktan Paroto,
Kelompok P3A Paroto, dan Kelompok Ibu Menyusui Edelwais.
Pada tahun 2008 arah
kebijakan pembangunan adalah perbaikan sarana dan prasarana pemerintahan desa
untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Maka Dana Alokasi Desa untuk
Anggaran Pembangunan Fisik diperuntukan untuk renovasi Kantor Desa, termasuk
Kantor BPD dan TP. PKK. DesaParoto, serta penyelesaian Gedung Pertemuan
Masyarakat Desa.
Desa Paroto mendapatkan
dana Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan Tahun Anggaran 2008, dan
anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan jembatan beton Marale, yang menghubungkan Desa Paroto dengan Desa
Palangiseng. Dan pengerasan jalan desa
sepanjang 700 meter, serta talud badan jalan tersiar sepanjang 50 meter.
Pembangunan ini dilaksanakan langsung masyarakat.
Pada tahun 2009 arah
kebijakan pembangunan adalah pembangunan sarana dan prasarana desa, seperti :
Pembangunan jembatan tani Kajubitti, Perintisan jalan tani galung Paroto, dan
pembuatan saluran pembuangan tappareng Pau-pau Dusun Kecce.
Dan mendapatkan jatah
pembangunan dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan
(PNPM-MP) berupa pembangunan jembatan tani dengan pengerasan jalan tani
galung Macca Dusun Paroto.
Pembentukan Kelompok
Lumbung Pangan Cenderawasih Desa Paroto, dimana Kelompok Lumbung Pangan ini
telah memiliki bangunan gudang penyimpanan beras, dan sampai tahun 2010
Lumbung Pangan ini telah memiliki ironstoc sebanyak 2 ton beras.
Pada tahun 2010 kegiatan pembangunan masih mengarah pada
sarana dan prasarana desa, seperti : Pembangunan Posyandu Kecce, serta
pembangunan jembatan tani Pallakaluku Dusun Marale.
Dan pada tahun 2010 ini
Desa Paroto mendapatkan jatah dari PNPM-MP berupa pembangunan Posyandu
Ladeppa Dusun Paroto.
|